Share

Espresso Under & Over Extraction: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Last updated: 25 Oct 2026
22 Views
Espresso Under & Over Extraction

Pernah membuat espresso sendiri, tetapi rasanya terlalu asam atau malah pahit? Bisa jadi masalahnya terletak pada proses ekstraksi. Espresso under extraction dan espresso over extraction merupakan dua kondisi yang sering dialami saat menyeduh kopi. Keduanya memengaruhi keseimbangan rasa, aroma, dan tekstur espresso.

Kabar baiknya, masalah ini bisa diatasi dengan menyesuaikan beberapa hal, mulai dari ukuran gilingan kopi hingga waktu ekstraksi. Yuk, kenali ciri-ciri dan cara mengatasinya agar hasil seduhan terasa lebih nikmat!

Mengenal Under Extraction dan Over Extraction

Ciri Under Extraction

Under-extraction terjadi ketika senyawa kopi yang terekstraksi belum cukup untuk menghasilkan rasa yang seimbang. Kondisi ini biasanya ditandai dengan rasa asam yang tajam, tekstur encer, dan rasa manis yang kurang terasa.

Salah satu penyebab espresso asam adalah ukuran gilingan terlalu kasar sehingga air mengalir terlalu cepat. Akibatnya, proses ekstraksi tidak berjalan optimal. Meski begitu, rasa asam juga bisa berasal dari karakter alami biji kopi.

Ciri Over Extraction

Sebaliknya, over-extraction terjadi ketika ekstraksi menghasilkan profil rasa yang terlalu pahit atau sepat. Ciri over extraction antara lain sensasi kering di mulut, aftertaste kurang menyenangkan, dan rasa pahit yang mendominasi.

Penyebab espresso pahit tidak selalu berkaitan dengan ekstraksi. Tingkat sangrai yang gelap dan karakter biji kopi juga dapat mempengaruhi rasa akhir.

Faktor yang Mempengaruhi Ekstraksi Espresso

1. Grind Size

Ukuran gilingan menentukan seberapa mudah air mengekstraksi senyawa kopi. Gilingan terlalu kasar dapat menyebabkan under-extraction, sedangkan gilingan terlalu halus berpotensi memperlambat aliran air dan menghasilkan ekstraksi berlebihan.

Jika espresso terlalu asam, coba giling kopi sedikit lebih halus. Jika terlalu pahit dan sepat, cobalah sedikit lebih kasar.

2. Dosis dan Yield

Dosis adalah berat bubuk kopi yang digunakan, sedangkan yield merupakan berat espresso yang dihasilkan.

Sebagai acuan, kamu bisa mencoba rasio 1:2, misalnya 18 gram kopi menghasilkan 36 gram espresso. Sesuaikan rasio tersebut berdasarkan karakter biji kopi dan hasil rasa yang diinginkan.

3. Waktu Ekstraksi

Waktu ekstraksi juga mempengaruhi hasil seduhan. Sebagai titik awal, espresso sering diseduh selama 2530 detik. Namun, angka ini bukan aturan mutlak karena setiap kopi dan mesin memiliki karakter berbeda.

Jika espresso mengalir terlalu cepat, periksa ukuran gilingan dan distribusi bubuk kopi sebelum mengubah variabel lainnya.

Cara Mengatasi Masalah Ekstraksi

Untuk mengatasi under-extraction, cobalah memperhalus gilingan, memeriksa rasio seduh, dan mengevaluasi waktu ekstraksi. Pastikan bubuk kopi tersebar merata agar air tidak melewati bagian tertentu saja.

Sementara itu, jika mengalami over-extraction, coba buat gilingan sedikit lebih kasar atau sesuaikan yield. Hindari mengubah dosis, gilingan, dan waktu sekaligus supaya kamu bisa mengetahui perubahan mana yang paling berpengaruh.

Pilihan Mesin Espresso untuk di Rumah

Selain teknik seduh, peralatan yang sesuai juga membantu proses belajar. Benvolio-2 dari Venuella bisa dipertimbangkan untuk kebutuhan membuat kopi di rumah. Ada juga Alessandro-2 dengan fitur brew-by-weight dan dual thermoblock yang mendukung proses penyeduhan lebih terkontrol.

Namun, hasil espresso tetap dipengaruhi oleh kualitas biji kopi, grinder, dan konsistensi teknik seduh.

Kesimpulan

Espresso under extraction dan espresso over extraction dapat diatasi dengan memahami karakter rasa serta menyesuaikan grind size, dosis, yield, dan waktu ekstraksi. Lakukan perubahan secara bertahap agar lebih mudah menemukan racikan yang sesuai.

Ingin mencoba membuat espresso sendiri dengan peralatan yang mendukung kebutuhanmu? Kunjungi Venuella untuk menjelajahi pilihan mesin kopi dan perlengkapan seduh yang bisa menemani pengalaman ngopi di rumah.

Shop More Our Products

Mesin Kopi Low Watt Benvolio-2 | Grinder Kopi Elektrik Dario-1S | Mesin Kopi Espresso Benvolio-1 | Mesin Kopi Espresso Alessandro-1 | Mesin Kopi Semi Komersial Dominico-1 | Mesin Kopi Komersial Corvo-1 | Mesin Kopi Komersial Corvo-2 | Mesin Espresso Rotary Pump Corvo-3 | Grinder Kopi Komersial Dario-3 | Professional Portafilter | Mesin Kopi Full Otomatis Francesco-2 HG | Mesin Kopi Full Otomatis Francesco-4 | Grinder Kopi Dario-1 | Mesin Kopi Full Otomatis Francesco-1 | Mesin Kopi Full Otomatis Francesco-2 | Mesin Kopi Full Otomatis Francesco-3


Related Content
Kenapa Espresso Terlalu Encer? Penyebab & Cara Mengatasi
Ulasan penyebab espresso encer dan langkah mengatasinya — grind size, brew ratio, distribusi, dan tamping.
23 Sept 2026
Berapa Suhu Air Ideal untuk Membuat Espresso?
Suhu air merupakan salah satu faktor penting yang menentukan kualitas espresso. Meskipun sering kali perhatian lebih banyak tertuju pada ukuran gilingan atau tekanan mesin, suhu air yang digunakan saat ekstraksi juga sangat memengaruhi keseimbangan rasa. Suhu yang terlalu rendah dapat menghasilkan espresso yang asam dan tipis, sedangkan suhu yang terlalu tinggi berisiko membuat kopi terasa pahit dan kehilangan karakter alaminya. Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari kisaran suhu air ideal untuk membuat espresso, pengaruh suhu terhadap proses ekstraksi, serta rekomendasi mesin espresso yang mampu menjaga stabilitas suhu agar hasil seduhan tetap konsisten.
31 Jul 2026
Cara Dial In Espresso agar Rasanya Lebih Konsisten
Panduan dial in espresso untuk pemula — parameter penting dan cara mengatasi rasa yang terlalu asam, pahit, atau encer.
23 Sept 2026
icon-whatsapp
Venuella
Typically replies in a few hours
Selamat datang di Venuella, Bagaimana saya bisa membantu Anda?
Start Chat
Website ini menggunakan kukis untuk pengalaman terbaik Anda, informasi lebih lanjut silakan kunjungi Kebijakan Privasi and Kebijakan Kukis