Berapa Biaya Membuat Kopi di Rumah? Simulasi Lengkap

Pernah kepikiran berapa sebenarnya biaya membuat kopi di rumah dibandingkan membeli kopi di kafe setiap hari? Sekilas, membeli kopi di luar memang terasa praktis. Tinggal pesan, tunggu sebentar, lalu kopi siap dinikmati. Namun, kalau kebiasaan ini dilakukan setiap hari, pengeluarannya bisa lumayan besar.

Di sisi lain, membuat kopi sendiri juga membutuhkan modal awal, mulai dari mesin espresso, grinder, sampai biji kopi. Belum lagi biaya listrik yang perlu diperhitungkan. Supaya tidak sekedar menebak-nebak, yuk, kita hitung simulasi biaya kopi rumahan dengan setup Benvolio-2, Dario-2, dan X-1 dari Venuella.
1. Menghitung Modal Awal untuk Membuat Kopi di Rumah
Sebelum mulai meracik espresso sendiri, ada beberapa peralatan yang perlu disiapkan. Ketiganya punya fungsi berbeda, jadi penting untuk memahami kegunaannya sebelum membeli.
Mesin kopi Benvolio-2

Benvolio-2 bisa menjadi pilihan untuk membangun coffee station pribadi di rumah. Mesin espresso berfungsi mengekstraksi kopi menggunakan tekanan air, sehingga kamu bisa membuat espresso sebagai dasar latte, cappuccino, atau americano.
Grinder Dario-2 dan X-1

Grinder berperan penting dalam menghasilkan bubuk kopi dengan tingkat kehalusan yang sesuai. Dario-2 dan X-1 bisa dipertimbangkan sebagai bagian dari setup, dengan pilihan akhir menyesuaikan kebutuhan dan spesifikasi masing-masing produk.

Untuk menghitung modal home barista, gunakan harga aktual produk sebagai patokan. Sebagai ilustrasi, berikut simulasi anggaran awal dengan angka asumsi, bukan harga resmi produk.
| Peralatan | Anggaran simulasi |
|---|---|
| Mesin Benvolio-2 | Rp3.000.000 |
| Grinder Dario-2 | Rp1.500.000 |
| X-1 | Rp1.000.000 |
| Aksesori tambahan | Rp300.000 |
| Total modal awal | Rp5.800.000 |
Angka di atas hanya contoh untuk memudahkan perhitungan. Sesuaikan dengan harga terbaru dan fungsi X-1 yang kamu butuhkan sebelum menentukan anggaran sebenarnya.
2. Berapa Biaya Penggunaan Kopi Rumahan?
Setelah peralatan tersedia, pengeluaran berikutnya berasal dari biji kopi, listrik, dan kebutuhan pendukung lainnya.
Biaya biji kopi per cangkir
Misalnya, kamu menggunakan 18 gram biji kopi untuk satu gelas espresso atau minuman berbasis espresso. Jika harga biji kopi Rp200.000 per kilogram, perhitungannya menjadi:
- Harga biji kopi per gram: Rp200.000 ÷ 1.000 = Rp200.
- Kebutuhan biji kopi: 18 gram.
- Biaya biji kopi per cangkir: 18 × Rp200 = Rp3.600.
Kalau kamu membuat dua cangkir sehari, biaya biji kopi mencapai Rp7.200 per hari atau sekitar Rp216.000 per bulan, dengan asumsi 30 hari pemakaian.
Biaya listrik mesin kopi
Biaya listrik mesin kopi bergantung pada daya perangkat, lamanya mesin menyala, dan tarif listrik di rumah. Sebagai simulasi, anggap konsumsi listrik rata-rata selama pemakaian sebesar 0,5 kWh per hari dan tarif listrik Rp1.500 per kWh.
Perhitungannya adalah 0,5 × Rp1.500 = Rp750 per hari, atau sekitar Rp22.500 per bulan.
Angka tersebut merupakan asumsi, bukan konsumsi aktual Benvolio-2. Pemakaian saat pemanasan awal, menjaga suhu, dan membuat uap dapat memengaruhi konsumsi listrik sebenarnya.
Biaya grinder dan kebutuhan tambahan
Biaya grinder tidak hanya dilihat dari harga pembelian. Ada juga biaya perawatan, pembersihan, dan kemungkinan penggantian komponen dalam jangka panjang. Untuk perhitungan sederhana, kamu bisa menyisihkan Rp20.000 per bulan sebagai dana perawatan, lalu menyesuaikannya dengan kondisi pemakaian.
Dengan demikian, perkiraan pengeluaran bulanan untuk dua cangkir per hari adalah Rp216.000 untuk biji kopi, Rp22.500 untuk listrik, dan Rp20.000 untuk perawatan. Totalnya sekitar Rp258.500 per bulan, belum termasuk susu, gula, dan bahan tambahan lainnya.
3. Lebih Hemat Mana, Bikin Kopi Sendiri atau Beli di Kafe?
Sekarang, bandingkan dengan kebiasaan membeli kopi di luar. Misalnya, harga satu gelas kopi di kafe Rp25.000 dan kamu membeli dua gelas sehari. Pengeluaran bulanan bisa mencapai Rp1.500.000.
Sementara itu, biaya operasional kopi rumahan dalam simulasi sebelumnya sekitar Rp258.500 per bulan untuk dua cangkir sehari. Artinya, ada selisih sekitar Rp1.241.500 per bulan, sebelum memperhitungkan susu atau bahan tambahan.
Tentu, penghematan tersebut belum memperhitungkan modal awal peralatan sebesar Rp5.800.000. Jika seluruh selisih pengeluaran digunakan untuk menutup modal awal, waktu untuk mencapai titik impas secara sederhana sekitar lima bulan. Perhitungan ini mengasumsikan harga dan pola konsumsi tetap, serta belum memasukkan biaya bahan tambahan dan penyusutan peralatan.
4. Apakah Setup Home Barista Layak Dibeli?
Membeli mesin espresso dan grinder memang membutuhkan modal yang tidak sedikit. Namun, untuk kamu yang rutin minum kopi setiap hari, investasi ini bisa menarik dalam jangka panjang. Kamu juga punya kebebasan memilih biji kopi, mengatur resep, dan mencoba berbagai minuman sesuai selera.
Sebelum membeli, cek harga dan spesifikasi Benvolio-2, Dario-2, serta X-1 agar sesuai dengan kebutuhan dan anggaran. Kamu bisa melihat pilihan produk melalui Venuella.
Dengan menghitung biaya membuat kopi di rumah sejak awal, kamu bisa menentukan setup yang realistis tanpa harus mengorbankan kebutuhan lainnya. Jadi, siap meracik kopi favorit sendiri dari rumah?



