Share

7 Kesalahan yang Membuat Espresso Terasa Asam atau Pahit

Last updated: 13 Jul 2026
15 Views
7 Kesalahan yang Membuat Espresso Terasa Asam atau Pahit

Pernah bikin espresso sendiri di rumah, tapi hasilnya malah espresso pahit atau justru espresso asam? Tenang, kamu bukan satu-satunya. Banyak pemula mengira rasa espresso yang kurang enak pasti disebabkan oleh biji kopi. Padahal, kenyataannya ada banyak faktor lain yang jauh lebih berpengaruh.

Menariknya, satu kesalahan kecil saat menggiling kopi, mengatur suhu, atau menarik shot bisa mengubah rasa espresso secara drastis. Kabar baiknya, masalah-masalah ini cukup mudah diperbaiki kalau tahu penyebabnya. Yuk, bahas satu per satu.

1. Ukuran Gilingan Terlalu Kasar atau Terlalu Halus

Ini adalah penyebab paling umum. Kalau gilingan terlalu kasar, air mengalir terlalu cepat sehingga ekstraksi kurang maksimal. Hasilnya? Espresso terasa asam, tipis, bahkan seperti air kopi biasa.

Sebaliknya, jika gilingan terlalu halus, air akan sulit melewati bubuk kopi. Ekstraksi menjadi berlebihan dan menghasilkan espresso pahit yang meninggalkan aftertaste kurang nyaman.

Gunakan grinder yang mampu menghasilkan ukuran gilingan konsisten. Misalnya, Conical Burr Coffee Grinder dari Venuella yang memang dirancang untuk kebutuhan espresso sehingga hasil giling lebih presisi.

2. Takaran Kopi Tidak Konsisten

Banyak orang hanya mengira-ngira jumlah kopi menggunakan sendok. Padahal selisih 12 gram saja bisa mempengaruhi rasa.

Sebagai acuan, gunakan sekitar 18 gram kopi untuk double shot espresso. Dengan takaran yang konsisten, hasil ekstraksi juga lebih stabil sehingga rasa kopi tidak berubah-ubah setiap kali membuat espresso.

Gunakan Timbangan Digital

Timbangan digital memang terlihat sederhana, tetapi sangat membantu menjaga konsistensi rasa.

3. Waktu Ekstraksi Terlalu Cepat atau Terlalu Lama

Idealnya, espresso diekstraksi selama sekitar 2530 detik. Kalau kurang dari itu, biasanya hasilnya espresso asam karena senyawa manis belum sempat larut.

Sebaliknya, jika lebih dari 35 detik, rasa cenderung menjadi pahit karena terlalu banyak senyawa yang ikut terekstraksi. Perhatikan waktu shot setiap kali membuat espresso agar lebih mudah mengetahui bagian mana yang perlu disesuaikan.

4. Suhu Air Tidak Tepat

Air yang terlalu dingin membuat proses ekstraksi kurang maksimal sehingga rasa kopi menjadi asam. Sebaliknya, suhu yang terlalu tinggi dapat menghasilkan rasa gosong dan pahit.

Rentang suhu ideal biasanya berada di kisaran 9096°C. Mesin espresso yang memiliki kontrol suhu stabil tentu akan membantu menghasilkan rasa yang lebih konsisten.

5. Teknik Tamping Kurang Rata

Tamping bukan soal menekan sekuat mungkin, tetapi membuat permukaan bubuk kopi rata.

Kalau tekanan tidak merata, air akan mencari jalur paling mudah atau dikenal sebagai channeling. Akibatnya sebagian kopi terekstraksi berlebihan, sementara bagian lain kurang terekstraksi. Hasil akhirnya bisa terasa pahit sekaligus asam dalam satu cangkir.

Fokus pada Permukaan yang Rata

Pastikan permukaan bubuk kopi benar-benar rata sebelum mulai mengekstraksi.

6. Mesin Espresso Belum Cukup Panas

Banyak pemula langsung membuat kopi beberapa menit setelah mesin dinyalakan. Padahal group head dan portafilter juga membutuhkan waktu untuk mencapai suhu kerja yang stabil.

Mesin yang belum panas sempurna sering menghasilkan espresso dengan rasa kurang seimbang.

Jika menggunakan mesin rumahan seperti Alessandro-1 atau Benvolio, biasakan melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum menarik shot agar hasilnya lebih konsisten.

7. Menggunakan Biji Kopi yang Sudah Terlalu Lama

Biji kopi yang sudah lama disangrai akan kehilangan banyak aroma dan karakter rasanya. Espresso yang dihasilkan biasanya terasa datar, kurang manis, bahkan cenderung pahit.

Simpan biji kopi dalam wadah kedap udara dan usahakan menghabiskannya dalam beberapa minggu setelah kemasan dibuka agar cita rasanya tetap maksimal.

Kesimpulan

Mengatasi espresso pahit maupun espresso asam sebenarnya tidak selalu sulit. Mulailah dari hal-hal mendasar seperti ukuran gilingan, takaran kopi, waktu ekstraksi, suhu air, hingga memastikan mesin bekerja dalam kondisi optimal. Sedikit penyesuaian sering kali sudah cukup membuat rasa espresso berubah jauh lebih seimbang.

Kalau ingin pengalaman membuat espresso di rumah jadi lebih mudah, gunakan mesin dan grinder yang memang dirancang untuk menghasilkan ekstrak yang konsisten. Kamu bisa melihat berbagai pilihan mulai dari mesin espresso rumahan, semi-komersial, hingga grinder berkualitas di Venuella. Di sana tersedia berbagai produk seperti Benvolio, Alessandro-1, hingga Conical Burr Coffee Grinder yang cocok untuk pemula maupun pecinta kopi yang ingin naik level.

Shop More Our Products

Mesin Kopi Low Watt Benvolio-2 | Grinder Kopi Elektrik Dario-1S | Mesin Kopi Espresso Benvolio-1 | Mesin Kopi Espresso Alessandro-1 | Mesin Kopi Semi Komersial Dominico-1 | Mesin Kopi Komersial Corvo-1 | Mesin Kopi Komersial Corvo-2 | Mesin Espresso Rotary Pump Corvo-3 | Grinder Kopi Komersial Dario-3 | Professional Portafilter | Mesin Kopi Full Otomatis Francesco-2 HG | Mesin Kopi Full Otomatis Francesco-4 | Grinder Kopi Dario-1 | Mesin Kopi Full Otomatis Francesco-1 | Mesin Kopi Full Otomatis Francesco-2 | Mesin Kopi Full Otomatis Francesco-3


Related Content
Kenapa Espresso di Cafe Lebih Enak daripada di Rumah?
Banyak pecinta kopi pernah bertanya-tanya mengapa espresso yang dibuat di coffee shop sering kali terasa lebih nikmat dibandingkan espresso buatan sendiri di rumah. Padahal, biji kopi yang digunakan bisa saja berasal dari jenis yang sama. Perbedaan tersebut ternyata dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari kualitas grinder, kestabilan tekanan dan suhu mesin espresso, hingga teknik ekstraksi yang dilakukan oleh barista. Dalam artikel ini, Anda akan mengetahui alasan mengapa espresso di cafe memiliki cita rasa yang lebih konsisten, memahami faktor-faktor yang memengaruhi hasil ekstraksi, serta menemukan tips untuk menghasilkan espresso berkualitas coffee shop menggunakan peralatan yang tepat di rumah.
10 Jul 2026
grinder kopi penting atau tidak
Banyak orang menganggap mesin espresso adalah faktor utama yang menentukan kualitas secangkir espresso. Padahal, ada satu komponen yang sering diabaikan tetapi memiliki pengaruh sangat besar terhadap hasil seduhan, yaitu grinder kopi. Dalam proses pembuatan espresso, ukuran dan konsistensi gilingan berperan penting dalam menentukan rasa, aroma, body, hingga crema yang dihasilkan. Bahkan, banyak barista dan praktisi kopi berpendapat bahwa kualitas grinder dapat memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan mesin espresso itu sendiri. Lalu, seberapa penting sebenarnya grinder kopi untuk espresso? Apakah grinder wajib dimiliki, atau cukup menggunakan kopi yang sudah digiling? Simak penjelasannya dalam artikel berikut.
8 Jun 2026
Cara Memilih Mesin Espresso Sesuai Budget
Mencari mesin espresso terbaik tidak selalu harus mahal. Saat ini, tersedia banyak pilihan mesin kopi dengan fitur dan kapasitas berbeda yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan usaha maupun penggunaan pribadi. Bahkan, Anda bisa menemukan mesin espresso dengan harga terjangkau yang sudah mampu menghasilkan ekstraksi kopi yang stabil untuk penggunaan rumahan atau coffee corner kecil.
5 Jun 2026
icon-whatsapp
Venuella
Typically replies in a few hours
Selamat datang di Venuella, Bagaimana saya bisa membantu Anda?
Start Chat
Website ini menggunakan kukis untuk pengalaman terbaik Anda, informasi lebih lanjut silakan kunjungi Kebijakan Privasi and Kebijakan Kukis